Sabtu, 31 Desember 2011

THANKS TO

[Yeoseob] Nuhaegae kok hagoshipeun hanmadi

Unjaena We always singing just for you

Gomawo nul woori geotul jikeojoon


[Y] You
[Junhyung] You [Y] You [J] It's you

[Y] Thank you [J] Thank you [Y] For you


Hahaha,, lirik di atas cuma sepenggal lirik lagu korea dr Yeoseob dan Junhyung-nya BEAST yang berjudul Thanks To,. Dengan lagu itu mereka ingin menunjukkan rasa terima kasih mereka kepada para fans yang setia menemani mereka,. Dari judulnya aja ketahuankan. Nah,, rada2 mirip ama Yeoseob dan Junhyung awak juga ingin mengucapkan banyak2 terima kasih. Bukan pada fans (GR kali awak punya fans,, hahaha) tapi pada semua orang yang telah menjadi sejarah panjang kehidupan awak terutama di kampus ITB sampai saat ini,. Kenapa?? Sebenarnya rasa terima kasih itu selalu terucap Cuma mumpung ada momennya maka dibuatlah tulisan ini untuk menunjukkan rasa terima kasih itu,. Mumpung rasanya udah lebih dr setahun gak nulis di blog ini,, wkwkwkwk,.

Emang momennya apa?? Pertama,, mumpung tahun baru,, hahahaha,. Kedua,, Alhamdulillah Oktober lalu awak baru saja lulus tahap sarjana dari kampus menara gading,, ITB,. Alhamdulillah,. Jadi,, untuk memulai tahun yang baru 2012 ini,, dengan berbagai macam resolusi yang ada di kepala awak,, awak ingin memulai tahun ini dengan ucapan terima kasih untuk mengungkapkan berharganya kalian semua bagi awak,. Sebenarnya ini sih versi editan dikit2 dari kata pengantar awak di TA,, hahaha,. Jadi,, terima kasih buat:

  • Allah SWT yang telah memberikan banyak sekali berkah-Nya buat awak,. Alhamdulillah awak masih diberikan nikmat umur sampai saat ini dan nikmat2 lainnya yang tiada terkira. Semoga Allah SWT masih akan menganugrahi kita semua dengan kasih sayang-Nya,. Amin,. ^^
  • Keluarga tercinta di Pekanbaru. Papa, Mama, Suri,. Terima kasih atas segala kasih sayang dan do’a tiada terkira. Semoga Papa dan Mama selalu sehat,, panjang umur, murah rezeki,. Jangan lupa istirahat,. Maaf Reza lulus telat,, hehehe,. Buat Suri,, rajin2 belajar,, cepat lulus,, jangan terlalu addict ama korea2nya,, hwahahaha :D,. Keluarga besar di Pekanbaru dan Rengat,. Smg semuanya sehat selalu dan senantiasa dalam keberkahan Allah SWT,, Amin,. Luv U All,. ^^
  • Irfan Hidayat, Super Big Thanks buat kawan yang satu ini telah menjadi sohib yang sangat berarti,, kawan sebelah kamar selama lebih dari 4,5 tahun,. Terimakasih banyak Pak Uwo,, semoga kesuksesan dan keberkahan selalu menyertai kita, Amin.
  • Rekan-rekan TORSI SMANSA dan koleganya, khususnya Bandung Chapter, Irfan (lagi), Fasta, Novita, Rajes, Eny, Tiara, Mita, Dairi, Asha, Jimmy, Puti. Terimakasih telah menjadi sahabat dikala suka dan duka awak. Tak lupa pula rekan-rekan TORSI lain yang terus berkomunikasi melalui dunia maya,, all of you. Terima kasih.
  • Teman-teman kosan Cisitu Lama 2/160B, Anton, Mas Eko, David, Ramon, Dinul, Irvan, Jefrey, Jimmy, Ferry, Alim, semuanya pokoknya termasuk Bu Nung, Bu Euis, Pak Tatang sekeluarga, terimakasih telah menjadi bagian dari hidup awak yang penuh warna selama penulis berkuliah di ITB. Khusus buat Ramon, terimakasih sudah mau menggantikan awak jadi kepala suku,, hahaha,.
  • Keluaga Besar PWK ITB untuk seluruh perjalanan awak menimba ilmu di PWK ITB dari TPB sampai lulus TA,, hahaha. Dosen pembimbing TA awak Pak Binsar Parasian N, Ir., MSP. Dosen wali awak Bu Siti Sutriah Kadar Nurzaman dan Pak Benedictus Kombaitan, Ir., M.Sc., Dr.,
    Prof. Dosen penguji TA awak Pak Miming Miharja, Ir., M.Sc., Eng., Ph.D. dan Pak Delik Hudalah, ST., MT., M.Sc., Ph.D. Kaprodi PWK Pak Drs. Arief Rosyidie, MSP, M.Arch, Ph.D dan Pak Dr.Ir. Iwan Kustiwan, MT. Seluruh dosen, Staff Tata Usaha dan Seluruh karyawan Prodi PWK. Dan perjalanan awak menyelesaikan pendidikan sarjana di PWK ITB tak lepas dari peran bapak-ibu semua,, terima kasih,. Ivo, Hamdi, Donald, dan Dodon, terimakasih atas bantuan datanya saat awak sedang men-TA. Buat Ramon dan Dinul, terimakasih atas pinjaman laptopnya di saat jadwal sidang datang. Laptop tersebut jadi saksi sejarah awak menyelesaikan sidang TA,, hahaha
  • Teman-teman Jyonetta 2006, Anak-anak APBN (Asrul, Putu yang sudah lebih dulu lulus dan Billal). Kawan sekampung, Yudi, Deni, dan Hollan. Kawan seperjuangan Oktopus 2011 (Echa, Ika, Donald, Ican, dan Andro), terimakasih untuk kebersamaannya selama awak menjalani kuliah di ITB. Sekali teman selamanya kita berteman,. Sukses buat bro n sis semua,. Mari bersama-sama kita jadi Cahaya Bangsa ^^v
  • Teman-teman UBT ITB, mulai dari angkatan 2003 sampai 2010, plus Da David, Da Hasan, Da Abu. Partner awak Arya ‘Setiawan’, Kocin Danny, anak2 UBT 2006, Ivan (rekan 3Idiots G4L4V), Bayu, Ade, Riska, Citra, dan anak UBT 2007 lainnya. Anak-anak Manis Manja 2008, King 2009, dan Strings 2010. Sori nih gak awak sebutin satu2 nih namanya,. Kepanjangan kalo disebut semua,, hahaha.. Terimakasih telah menjadi keluarga yang sangat berarti bagi awak. Jujur UBT-ITB sudah menjadi rumah kedua yang tak dapat diungkapkan dengan kata-kata bagi awak. Terima kasih banyak. Semoga UBT ITB bisa lebih berprestasi dan mandiri kedepannya. Salam UBT!
  • Teman-teman UKMR ITB, Puja, Trisna, Yudi, Reni, Aris, Imep, abang-abang, kakak-kakak, dan adik-adik semuanya. Terimakasih telah menjadi bagian dari warna kehidupan awak. Semoga UKMR ITB makin jaya kedepannya. Sekali Layar Terkembang Pantang Surut Kita Ke Belakang.
  • Teman-teman HMP Pangriptaloka ITB, sebagai organisasi yang banyak memberikan pembelajaran buat awak selama kuliah, beserta teman-teman di dalamnya, mulai angkatan 2003, 2004, 2005, 2007, hingga 2008 dan 2009 atas berbagai kesempatan bersama, baik dalam suka maupun duka, keceriaan maupun ketegangan, keberhasilan maupun kegagalan. Khusus buat Alpian CP, partner ganda putra awak, terimakasih banyak atas kenangan Perak Olimpiade ITB 2011nya.
  • Yayasan Sipil ITB 2006, yang dikomandoi oleh lagi-lagi Irfan Hidayat. Eka, Ridho, Aris, Anton, David, Pipin, Toro, Ersa, Efran, Iqbal, Koke, Lucky, Yuma, dll. Terimakasih sudah mengajak penulis yang notabene anak PL gabung ke komunitas kalian, main badminton, makan-makan, dan nonton bareng, terimakasih.
  • Teman-teman Olimpiade V dan VI KM ITB, Adit, Haekal, Hamzah, Abeth, Chiyo, Cindy, Aziz, Elmo, Nadya, Ari, Pondra, Bella, Pascal, Tari, terimakasih untuk pengalaman bersama kalian yang begitu menyenangkan.
  • Keluarga besar Kabinet KM ITB “Indonesia Tersenyum” dan “Sahabat”. Kang Ucup beserta seluruh kawan seperjuangan di Kabinet KM ITB “Indonesia Tersenyum”. Anak-anak Deporkes, Reytia, Irfan, Demi, Acha, Amin, Adi, Pascal. Herry, Syakur, Hamzah, dan kawan-kawan Kabinet KM ITB “Sahabat” lainnya. Teman-teman unit, PS-ITB, UATM, UKA, UBG. Terimakasih atas semua pengalaman berharganya selama menggeluti dunia kemahasiswaan. Semoga bersama sahabat dari seluruh penjuru Indonesia kita bisa membuat Indonesia Tersenyum.
  • Teman-teman awak lainnya yang tidak dapat disebutkan satu persatu,, terima kasih telah menjadi bagian dari sejarah hidup awak yang penuh warna,, haha,.
  • Last, Special Thanks for Someone, Thank God it’s you, you show me the way what is Love.



Terima kasih semuanya,, terima kasih sudah menjadi sejarah dalam lika-liku perjalanan penuh warna dari seseorang bernama NANDA REZA PAHLAWAN,. Semoga semuanya sukses selalu dan berada dalam lindungan rahmat Yang Kuasa,. Amin,.

HAPPY NEW YEAR 2012!! ^^

Kamis, 09 Desember 2010

HILANG BERSAMA BINTANG


weeiiiittsss,.. jumpa lagi ama awak yg sedang galau,. iseng2 jadi juga lagu kedua,, lagu ini awak kasi judul HILANG BERSAMA BINTANG,. bagi yg mw versi audio nya segera hubungi awak,, ok??


Intro : Em C G D 2x


Em C G D

Diriku terbang.. Diriku melayang..

Diriku hilang tinggalkan cerita..


Em C G D

Hatiku terbang.. Hatiku melayang..

Hatiku hilang tinggalkan derita..


Intro : Em C G D


Em C G D

Kau dulu datang.. Kau lalu menghilang..

Kau sisakan angan di pekat malam..


Em C G D

Cintaku datang.. Cintaku melayang..

Cintaku hilang bersama bintang..


Em C G D

Aaa… Aa aaa.. Aaaa aaa…


Reff :

Cadd9 G Am7 Em

Kau yang memberi cinta..

Yang memberi rasa.. Yang memberi warna pesona.. Ooo..


Cadd9 G Am7 Em

Kau datang dengan cinta..

Datang dengan kasih.. Kau datang mencuri hatiku.. Ooo..


Cadd9 G Am7 Em

Kau yang kini menghilang..

Tak beri ku asa.. Tuk menjadi bintang.. Aaa..


Cadd9 G Am7 D7

Kau yang tak beri ku asa..

Kini menghilang.. Bersama bintang..


Intro : Em C G D 2x


Em C G D

Ku.. Kini.. Sendiri.. Menepi


Em C G D

Selami.. Hati.. Yang hilang bersama bintang…


Reff 2x


Coda : Em C G D 2x


Gmn?? ad yg nangkep maksudnya?? hehehe,. Ayo,, dapatkan segera versi audionya,. ^_^

EDITORIAL BULUTANGKIS ITB : GORESAN SEJARAH DI NEGERI JIRAN UNTUK KEBANGKITAN OLAHRAGA PENDIDIKAN INDONESIA


Salam Olahraga Mitra Olahraga ITB! Di tengah hiruk pikuk UTS dan UAS mari sejenak kita rehat sejenak untuk menilik satu sudut dari kehidupan mahasiswa ITB. Dengan segala keterbatasan yang ada, syukur Alhamdulillah Unit Bulu Tangkis (UBT) ITB berkesempatan untuk mewakili ITB dalam ajang invitasi olahraga yang diselenggarakan oleh Universiti Technology of MARA (UiTM) Malaysia yang bertajuk The 5th UiTM International Sport Fiesta. Kegiatan ini berlangsung pada tanggal 25-29 November 2010 bertempat di sekitar kampus Universiti Technology of MARA (UiTM) Shah Alam, Malaysia. Jujur, ini merupakan kesempatan yang langka bagi rekan-rekan unit kegiatan mahasiswa (UKM) Olahraga di ITB. Kalau undangan kompetisi bidang akademik bertaraf Internasional sudah sangat sering membanjiri meja kerja bapak-bapak kita di kantor Lembaga Kemahasiswaan kali ini giliran insan olahraga ITB untuk dapat unjuk gigi.


SEJARAH ITU DIMULAI

Undangan itu datang ke pengurus UBT-ITB melalui perantara Lembaga Kemahasiswaan ITB. Intinya, Universiti Technology of MARA (UiTM) mengundang mahasiswa ITB untuk berlaga di kejuaran yang mereka buat yang bertajuk The 5th UiTM International Sport Fiesta. Sebenarnya undangan ini tidak membuat Saya terlalu kaget karena terus terang event yang sama juga pernah singgah ke rekan-rekan mahasiswa ITB setahun silam. Tahun lalu PS-ITB berkesempatan untuk menimba ilmu, pengalaman dan pembelajaran disana. Yang membuat Saya cukup kaget dan senang adalah langkah yang ditempuh oleh pengurus UBT-ITB tempat Saya bernaung. Tahun ini saatnya UBT-ITB untuk unjuk gigi. Sontak hal ini membuat Saya berpikir untuk terlibat langsung dalam tim ini dan Alhamdulillah Saya mendapat amanah untuk mengepalai tim ini.

Persiapanpun dilakukan. Tidak banyak memang yang bisa dilakukan karena mepetnya jadwal. Anggota tim pun segera dipilih hingga akhirnya terpilihlah 12 orang mahasiswa yang bisa dikatakan beruntung mendapat kesempatan untuk membela panji ITB di negeri jiran, bukan karena prestasi akademiknya namun karena olahraga. Terus terang, pemilihan tim ini pun sempat menimbulkan banyak konflik dari segi internal, namun sedianya konflik ini bisa diselesaikan secara kekeluargaan. Tiket pesawat dan segala akomodasi lainnya segera dipesan. Dengan terpaksa tim yang berangkat harus menutupi sementara semua anggaran yang dikeluarkan hingga nominal 1,5 juta rupiah per anak sambil harap-harap cemas apakah dana tersebut akan kembali atau tidak. Jujur, Saya sempat berujar bahwa tim yang berangkat harus tetap membayar iuran per anak nya sebesar 500ribu rupiah untuk kemungkinan terburuknya. Kamipun mulai melihat peluang-peluang sponsorship yang kompeten untuk mengusung mimpi dan ambisi Kami. Beruntung masih ada pihak-pihak yang mengerti akan keinginan anak-anak muda ITB ini yang berusaha untuk meraih mimpi lewat olahraga tepok bulu. Dengan segala keterbatasan yang ada, singkat cerita kamipun berangkat ke Malaysia mengusung panji ITB. Kalau Saya boleh jujur lagi, untuk kali pertama nama dan foto saya terpampang di baliho yang dipajang di gerbang depan ITB, bukan karena prestasi akademiknya tapi karena olahraga.

Setibanya di Malaysia kami dibuat terperangah oleh kesiapan sarana dan prasarana mereka. Untuk sebuah event internasional yang dibuat oleh sebuah institusi pendidikan fasilitas yang mereka miliki bisa dikatakan mumpuni. Namun, ketika memasuki zona peraturan teknis pertandingan Kami dibuat terkejut dengan keputusan-keputusan yang diambil panitia setempat. Konflik pun terjadi antara kami dengan panitia setempat. Sedianya tim UBT-ITB yang diberangkatkan akan berlaga di nomor beregu cabang bulutangkis di The 5th UiTM International Sport Fiesta. Tapi, akibat kesalahan teknis, kesalahan informasi, dan lain sebagainya (termasuk perkara yang menyebabkan tim ITB tidak dapat mengikuti Technical Meeting) akhirnya tim ITB sulit untuk mengikuti nomor beregu tersebut. Berdasarkan pertimbangan cepat dan hasil diskusi dengan teman-teman yang lain akhirnya Saya selaku official tim memutuskan bahwa teman-teman dari ITB akan berlaga di nomor perorangan saja. Ternyata konflik yang kami hadapi dengan panitia setempat juga dirasakan oleh beberapa tim lainnya. Hingga akhirnya Saya dan beberapa teman berpikir, apakah panitia telah mengacu pada aturan yang berlaku? Kalau memang ada peraturan lokal, seperti apa peraturannya? Bukankah sebaikya peserta diberi tahu? Ingin rasanya Saya saat itu mengatakan “Ayo kita mengacu kembali ke peraturan yang dikeluarkan oleh BWF, induk organisasi bulutangkis dunia”. Namun apa daya kami yang hanya mahasiswa ini, toh panitia tetap bersikeras dengan peraturan mereka dengan kilah Nasi Sudah Jadi Bubur. Untuk hal yang satu ini Saya merasa teman-teman insan olahraga di Indonesia ternyata lebih mampu mengemas suatu acara maupun teknis pertandingan yang lebih baik (kita tidak kalah lho teman-teman ^^v)

Dengan sedikit diskusi dan gambling Kamipun memutuskan bahwa tim ITB akan mengirimkan 2 wakil di nomor tunggal putra (Bayu Aditya dan M. Zulfadhli), 3 wakil di nomor ganda putra (Bayu Aditya/Ivan Triyadi, Bayuardi Anggawisnu/Aziz Kurniawan, dan Bramanti Dwi Kurniawan/Cahyono Iriawan), 1 wakil di tunggal putri (Wenie Martin Dahlia) dan 1 wakil di ganda putri (Febby Nurul/Glenda Gloria). Dengan komposisi pemain diatas ditemani oleh dua orang official yaitu Saya dan Demia Syailia Putri kami pun memulai petualangan dari 1 lapangan ke lapangan lainnya.


SEJARAH MUNGKIN BERULANG

Tagline di atas mungkin mengingatkan sebagian orang pada sebuah judul lagu Malaysia yang sempat dilantunkan oleh New Boys di awal tahun 2000-an. Kita akan lihat kaitan tagline diatas dengan cerita ini nanti. Di tengah hiruk pikuk dan suka cita kemenangan tim ITB akhirnya harus merasakan pahitnya pil kekalahan. Ya, dilihat dari hasil yang dicapai, prestasi terbaik yang ditorehkan oleh atlet-atlet UBT-ITB hanya berhasil menembus babak penyisihan 2. Wakil putri ITB harus mengakui keunggulan lawannya masing-masing. Wenie yang turun di partai tunggal putri harus gugur di babak kualifikasi oleh pemain asal SLIIT Sri Lanka. Demikian juga dengan pasangan ganda putri Febby/Glenda yang juga gugur di babak penyisihan oleh pemain asal Sabaragamuwa Sri Lanka.

Di partai tunggal putra, 2 wakil ITB hanya mampu menmbus babak penyisihan 2. Bayu Aditya yang harus memulai langkahnya dari babak kualifikasi meraih kemenangan di partai pertamanya atas tunggal putra asal Ruhuna Sri Lanka. Di babak penyisihan I pun langkah Bayu belum terhenti. Menghadapi tunggal putra asal USJP Sri Lanka Bayu kembali menang. Di babak penyisihan II, Bayu akhirnya harus mengakui keunggulan Teddy dari Universitas Tarumanagara. Teddy sendiri menjadi juara di nomor ganda putra berpasangan dengan rekannya Harry. Wakil ITB lainnya, M. Zulfadhli, lebih beruntung karena tidak melalui babak kualifikasi. Di babak penyisihan Zulfadhli menyisihkan tunggal putra dari University of Jayewardenepura Sri Lanka. Di babak penyisihan II Zulfadhli akhirnya harus takluk atas Angga Resko dari Universitas Trisakti.

Dari partai ganda putra, 3 pasangan ganda putra ITB juga harus kandas di babak penyisihan. Pasangan Bayuardi/Aziz harus terdepak lebih dulu di babak kualifikasi oleh pasangan ganda putra dari SLIIT Sri Lanka. Pasangan Bram/Cahyono dan Bayu/Ivan lebih beruntung karena memenangkan babak kualifikasi. Bram/Cahyono sempat menang atas pasangan ganda dari Sabaragamuwa Sri Lanka di babak kualifikasi sebelum akhirnya kandas di tangan pasangan ganda putra Universitas Trisakti, Angga Resko/Kenny. Pasangan Bayu/Ivan juga memenangkan babak kualifikasi atas ganda putra SLIIT Sri Lanka. Namun, mungkin dikarenakan faktor kelelahan juga yang menggerogoti stamina Bayu Aditya yang harus memainkan 3 partai termasuk partai perorangan tunggal putra hari itu, Bayu/Ivan harus mengakui keunggulan pasangan ganda putra Lois/Lionel dari Universitas Batam.

Mungkin hasil-hasil di atas belum dapat begitu membanggakan. Namun, Saya mengapresiasi sebesar-besarnya perjuangan teman-teman UBT-ITB yang membawa nama ITB di sana. Di tengah padatnya jadwal kuliah, tugas dan bahkan ujian mereka masih mau berjuang merebut kemenangan untuk panji ITB lewat olahraga. Satu sejarah sudah digoreskan, saatnya generasi selanjutnya meneruskan goresan tersebut menjadi suatu mahakarya yang membanggakan nama ITB dan Indonesia. Ya, saatnya kita berjuang meneruskan sejarah yang pernah digoreskan. Kita ulang dan perbaiki hingga menjadi lebih baik.


SAATNYA OLAHRAGA PENDIDIKAN BANGKIT

Dengan berangkatnya tim UBT-ITB mewakili ITB dalam ajang The 5th UiTM International Sport Fiesta di Shah Alam, Selangor, Malaysia setidaknya mampu memperlihatkan potensi olahraga pendidikan di Indonesia. Melihat hasil event ini secara umum, wakil-wakil dari Indonesia ternyata mampu menunjukkan prestasi terutama di cabang bulutangkis dan futsal (event ini mempertandingkan 3 cabang: bulutangkis, futsal, dan rugby). Ini membuktikan bahwa olehraga juga berkembang dengan baik dikalangan mahasiswa (karena event The 5th UiTM International Sport Fiesta ini ditujukan untuk mahasiswa). Artinya, sudah banyak institusi pendidikan yang mulai berpikir untuk mengambangkan sektor olehraga di institusi mereka.

Saat ini sebagian besar orang menganggap olahraga hanya sebagai bagian dari gaya hidup. Namun sebenarnya dunia olahraga sangatlah luas. Selain merupakan bagian dari rekreasi maupun gaya hidup sebenarnya olahraga telah menjadi alat pemersatu dan kebanggaan bangsa. Satu sisi lain dari olahraga yang terabaikan adalah olahraga pendidikan. Seperti yang telah tersampaikan pada BAB VII UU No. 3 Tahun 2005 Tentang Sistem Keolahragaan Nasional bahwa ada porsi terhadap pengembangan olahraga pendidikan yang harus dipenuhi oleh institusi pendidikan. Hal serupa juga Saya dapat dari bincang-bincang dengan Pak Jaenal serta Luluk Hadiyanto dari Kantor Kementerian Pemuda dan Olahraga Indonesia saat mencari sponsorship. Mereka mengatakan bahwa program pengembangan olahraga pendidikan memang ada dan tentunya di support penuh oleh KEMENPORA. Hanya saja, itu juga bergantung pada keseriusan institusi pendidikan terkait.

Jika dilihat lagi, kejuaraan-kejuaraan tingkat mahasiswa ataupun pelajar sudah mulai marak di Indonesia. Ini tentunya menjadi pondasi bagi dunia olahraga Indonesia. Hanya saja, kebanyakan orang di Indonesia melihat menjadi atlet bukanlah suatu jaminan untuk kehidupan mereka. Padahal, di negara-negara maju seperti AS dan Jepang, sebagian besar atlet mereka telah ditempa pada tingkat sekolah ataupun perguruan tinggi. Dan bahkan, untuk menjadi seorang atlet saat ini juga dituntut kemampuan intelegensia yang tinggi. Saat ini di ITB banyak sekali UKM Olahraga yang dikembangkan oleh mahasiswa. Sayangnya, beberapa diantara UKM tersebut terkadang kurang mendapat perhatian. ITB sebagai sarangnya teknologi dan anak-anak muda penuh kreativitas tentu menjadi wahana yang tepat untuk mengembangkan olahraga pendidikan Jika mengacu pada hal tersebut, ada baiknya institusi pendidikan di Indonesia mulai meniru apa yang diterapkan oleh AS dan Jepang. Karena sekali lagi, olahraga saat ini sudah menjadi identitas, kebanggaan, dan alat pemersatu bangsa. Jadi, Bagaimana dengan ITB??

Hidup UBT-ITB!!!

Jayalah Selalu Olahraga ITB!!

Jayalah Selalu Olahraga Indonesia!!